Kamis, 23 Juli 2020

Bab 1 Gerak Benda dan Makhluk Hidup di Lingkungan Sekitar 

UNTUK MELIHAT VIDEO PEMBELAJARAN KLIK DISNI 

Bab 1 Gerak Benda dan Makhluk Hidup di Lingkungan Sekitar

1. Konsep Gerak 

Setiap benda selalu bergerak melaui lintasannya. Lintasannya berupa lintasan lurus, melingkar, parabola, atau tidak beraturan.  Benda yang melintas pada lintasan lurus melibatkan jarak, waktu dan kecepatan.
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh. Perpindahan adalah selisih jarak lurus antara posisi awal dengan posisi akhir. Contohnya jarak rumah kamu dengan sekolah adalah 2 km. Apabila kamu berangkat dan pulang sekolah, maka jarak yang kamu tempuh adalah 4 km. Tetapi perpindahanya adalah nol. Karena tidak ada jarak posisi awal dan jarak posisi akhir. 
Kelajuan adalah kemampuan menempuh jarak tertentu pada setiap detiknya. Bisa dirumuskan dengan : 
Keterangan :
v = kelajuan (m/s)
s = jarak tempuh (m)
t = waktu (s) 
Kecepatan adalah kemampuan mengukur perpindahan gerak benda tiap satuan waktu. Bisa dirumuskan dengan :
Keterangan :
v⃗ = kecepatan (km/jam)
Δs = perpindahan (m)
t = waktu (s)
Kelajuan dan kecepatan memiliki definisi yang berbeda, namun pada Gerak Lurus Beraturan (GLB), kecepatan dan kelajuan memiliki nilai, simbol (v) dan satuan (m/s) yang sama.
Percepatan adalah perubahan kecepatan pada setiap waktu. Percepatan bisa dirumuskan dengan :
dengan
Keterangan :
= percepatan (m/s²
= perubahan kecepatan (m/s)
= perubahan waktu (s)
= kecepatan akhir (m/s)
= kecepatan awal (m/s)
  • Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak yang memiliki perubahan kecepatan sellau tetap pada setiap detiknya. 
  • Percepatan tidak hanya dimiliki benda yang bergerak horizontal, pada benda yang bergerak vertikal pun memiliki percepatan yaitu percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi atau disebut juga gaya gravitasi adalah gaya tarik benda oleh bumi sehingga benda mengalami percepatan konstan yaitu 9,8 m/s² atau 10 m/s².  
  • Gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya dapat mengubah kecepatan, bentuk, dan arah. Gaya dibagi menjadi 2 yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. 
  • Gaya sentuh contohnya gaya otot dan gaya gesek. Gaya otot adalah gaya yang ditimbulkan oleh koordinasi otot oleh rangka tubuh. Misalnya, seseorang akan memanah dengan menarik mata panah kearah belakang. 
  • Gaya gesek adalah gaya yang diakibatkan oleh adanya 2 benda yang saling bergesekan. Gaya gesek selalu berlawanan arah dengan gaya yang diberikan pada benda. Contohnya, gaya gesek antara meja dengan lantai ketika meja didorong. 
  • Gaya tak sentuh adalah gaya yang tidak membutuhkan sentuhan langsung pada benda yang dikenainya. Contohnya, ketika mendekatkan magnet dengan paku besi, paku besi akan tertarik dan menempel pada magnet. Hal ini dipengaruhi oleh gaya magnet. 

2. Hukum Newton

Hukum I Newton menyatakan bahwa sifat inersia benda yang tidak mengalami resultan gaya (∑F = 0) akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan. Sifat inersia atau kelembaman adalah sifat benda yang memiliki kecenderungan untuk mempertahankan keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap. 
Contoh Hukum I Newton yaitu ketika kita berada didalam mobil, kemudian sopir ngerem dengan tiba – tiba, maka badan kita akan bergerak ke depan. Hal ini badan kita mempertahankan keadaan untuk tetap diam. Untuk contoh yang lebih lengkap silahkan lihat di halaman 10 Contoh Penerapan Hukum I Newton. Untuk contoh kegiatan praktik penerapan Hukum I Newton silahkan lihat di Percobaan Hukum I Newton dengan Telur.
Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan gerak benda berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan massanya. Atau bisa dirumuskan dengan : 
Keterangan :
a = percepatan (m/s²)
∑F = gaya (N)
m = massa benda (kg)
Contoh Hukum II Newton yaitu saat memindahkan meja yang ringan akan lebih cepat daripada memindahkan lemari yang berat jika gaya dorong kita sama. Hal ini karena meja memiliki masssa yang lebih kecil daripada lemari. Semakin kecil massa benda, maka semakin besar percepatannya. Begitu pula sebaliknya. Contoh lengkapnya silahkan lihat 10 Contoh Penerapan Hukum II Newton.
Hukum III Newton menyatakan bahwa ketika benda pertama memberi gaya aksi (Faksi) pada benda kedua, maka benda kedua akan memberi gaya reaksi (Freaksi) yang sama besar pada benda pertama tetapi berlawanan arah. Atau bisa dirumuskan :  Faksi = – Freaksi. 
Contoh Hukum III Newton yaitu pada saat kita berenang. Ketika berenang, tangan mengayuh ke belakang (melakukan gaya aksi), dan air akan mendorong kita melaju kedepan (melakukan gaya reaksi).  Contoh penerapan Hukum II Newton yang lebih banyak lagi silahkan lihat 10 Contoh Penerapan Hukum III Newton.
Demikian ringkasan materi bab Gerak Benda dan Makhluk Hidup di Lingkungan Sekitar Part 1 semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu…

UNTUK MENGERJAKAN TUGAS (KLIK DISINI)

KERAJINAN BAHAN LUNAK

(Klik Link diatas untuk melihat video pembelajaran)

5 Macam Kerajinan Bahan Lunak yang Menginspirasi (Inspirasi Bisnis)

kerajinan bahan lunak
Di era yang serba digital ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menambah penghasilan dari rumah. Salah satunya adalah dengan membuat kerajinan tangan seperti kerajinan dari kardus dan kerajinan bahan lunak.
Anda pun dapat memulai usaha membuat kerajinan dari bahan lunak karena bahan-bahannya mudah didapat, relatif murah, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Berikut adalah beberapa contoh kerajinan dari bahan lunak yang dapat menambah penghasilan Anda.
Table of Contents

Kerajinan Bahan Lunak dari Bahan Tanah Liat

kerajinan keramik dari bahan lunak
detik.com
Tentu Anda sering menjumpai pot dan vas bunga keramik yang memiliki bentuk, corak, dan warna yang beraneka ragam. Ukurannya pun berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan Anda.
Vas dan pot bunga keramik merupakan contoh kerajinan bahan lunak alami karena terbuat dari tanah liat. Cara membuat kerajinan dari bahan alami ini pun mudah dan sederhana, yaitu sebagai berikut.
  • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan, yaitu tanah liat, minyak goreng sebagai pelumas, cat, triplekss sebagai alas, dan amplas halus.
  • Ambil tanah liat sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu lenturkan pada sebuah tripleks sehingga mudah untuk dibentuk.
  • Lumuri tanah liat tersebut dengan minyak goreng agar tidak lengket, lalu bentuk bagian bawahnya.
  • Setelah bagian bawahnya terbentuk, Anda dapat mulai membentuk bagian atasnya.
  • Sesekali, lumuri tangan dengan minyak goreng agar tidak lengket dan tanah liat mudah dibentuk.
  • Setelah mendapatkan bentuk yang diinginkan, jemur vas tersebut selama 1–2 hari. Hal ini dilakukan agar permukaan vas tidak pecah-pecah.
  • Bakar vas tersebut agar tidak kering dan tidak meleleh kembali.
  • Haluskan permukaan vas dengan menggunakan amplas.
  • Setelah permukaan vas menjadi halus, Anda dapat mengecatnya sesuai dengan keinginan.

Kerajinan Bahan Lunak dari Lilin

kerajinan bahan lunak alam
kompasiana.com
Pada zaman dahulu, lilin hanya digunakan sebagai penerang ketika hari mulai gelap. Namun pada era sekarang ini, lilin memiliki fungsi yang lebih dari itu. Lilin yang cantik dengan aneka warna dan bentuk menghiasi momen-momen penting bahkan menjadi suvenir.
Lilin merupakan salah satu dari kerajinan lunak buatan yang mudah untuk dibentuk menjadi apa saja sesuai dengan keinginan. Anda dapat membuat suvenir cantik berbentuk kura-kura, bunga, dan bentuk-bentuk lainnya dengan menggunakan lilin.
Untuk membuat kerajinan lilin, Anda dapat mengukir lilin tersebut secara langsung maupun mencairkannya terlebih dahulu agar dapat dibentuk sesuka hati dengan mudah, seperti lilin hias warna-warni berikut ini.
Untuk membuat lilin hias yang cantik, Anda perlu mempersiapkan lilin serut, krayon, sumbu, cetakan, penyangga, pengaduk, wadah, dan pewangi.
Cara membuat:
  1. Masukkan lilin yang sudah diserut atau dibuat serbuk pada sebuah wadah, lalu cairkan lilin tersebut. Anda dapat mencairkannya dengan menggunakan oven atau kompor.
  2. Apabila lilin sudah mencair, tuangkan sedikit lilin ke dalam cetakan atau gelas yang telah disiapkan.
  3. Letakkan sumbu yang telah dilapisi lilin pada dasar cetakan. Ketika meletakkan, pastikan lilin berdiri tegak.
  4. Saatnya Anda membuat lilin warna dengan cara meletakkan lilin serut bersama dengan potongan krayon ke dalam wadah, lalu panaskan lilin dan krayon tersebut secara bersamaan.
  5. Cetak campuran lilin tersebut pada cetakan yang sudah terdapat sumbu tadi. Biarkan lilin dingin dan memadat.

Kerajinan Bahan Lunak dari Bahan Sabun

macam macam kerajinan bahan lunak
hipwee.com
Quote:
Mengkreasikan apa yang ada di dalam rumah seperti membuat kerajinan tangan dari sedotan atau sabun merupakan cara yang hemat dan hebat untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Siapa sangka sabun yang biasa Anda gunakan untuk mandi dapat mendatangkan keuntungan yang berlimpah?
Seperti halnya lilin, sabun yang dulunya hanya digunakan untuk membersihkan badan kini juga dapat digunakan sebagai suvenir pernikahan yang menarik.
Dengan sedikit keterampilan dan imajinasi, Anda dapat mengubah sebatang sabun menjadi hewan atau buah yang lucu.
Meski tak semudah seperti membuat kerajinan dari stik es krim, namun Anda tetap bisa melakukannya. Untuk membuat kerajinan tangan dari sabun, Anda dapat menggunakan dua cara.
Pertama, Anda dapat mengukir sebuah sabun batangan secara langsung seperti membuat kura-kura atau buah nanas dari sabun.
Kedua, apabila Anda ingin mengubah sabun batangan menjadi bentuk yang baru, yang perlu dilakukan adalah memarutnya terlebih dahulu, lalu dicampur dengan sedikit air dan sagu.
Campuran serbuk sabun, sagu, dan air akan menghasilkan tekstur yang lembek sehingga Anda dapat dengan mudah membentuknya seperti plastisin.

Kerajinan Bahan Lunak dari Gips

macam macam kerajinan bahan lunak
bukalapak.com
Gips merupakan bahan buatan yang terdiri dari hidrat kalsium sulfat, karbonat, nitrat, sulfat, dan borat. Gips juga tidak dapat larut dalam air apabila sudah menjadi bentuk padat.
Selain tanah liat, gips juga dapat digunakan sebagai alternatif dalam membuat patung, suvenir, atau hiasan rumah. Namun, jika ingin membuat kerajinan tangan dari gips, Anda harus mencairkan gips tersebut terlebih dahulu agar dapat dicetak dengan mudah.
Setelah gips mencair, Anda dapat mulai membuat adonan gips. Campurkan gips dan air dengan perbandingan 2:1. Aduk merata hingga tidak ada lagi gumpalan-gumpalan.
Ketika adonan gips sudah siap, tuangkan adonan tersebut pada cetakan berupa silicone rubber. Namun, jika bahan tersebut susah untuk didapatkan, Anda dapat menggunakan cetakan yang terbuat dari tanah liat atau plastisin.
Sebelum menuangkan adonan pada cetakan, jangan lupa untuk melumuri cetakan tersebut dengan minyak goreng terlebih dahulu. Anda bisa saja menggunakan oli bekas untuk melumuti cetakan, tetapi hasilnya tidak akan menjadi bersih.
Setelah menuangkan adonan gips pada cetakan, biarkan adonan tersebut mengering. Anda dapat menjemurnya di bawah sinar matahari atau dengan cara diletakkan dalam oven agar cepat kering.
Selain sebagai suvenir dan mainan, kerajinan bahan lunak dari gips juga biasa digunakan sebagai ornamen rumah. Akan tetapi, gips yang biasa digunakan sebagai ornamen rumah biasanya dicampur dengan resin, semen putih, dan kalsium terlebih dahulu.

Kerajinan Bahan Lunak – Kerajinan Anyaman

fungsi kerajinan bahan lunak
http://yogyakarta.panduanwisata.id
Alam telah menyediakan berbagai sumber daya yang dapat Anda pergunakan untuk mencari nafkah. Salah satunya adalah serat tanaman yang biasa digunakan sebagai kerajinan bahan lunak dari serat alam.
Serat alam yang dimaksud adalah daun dan batang dari tanaman yang memiliki serat. Serat alam yang biasa digunakan untuk kerajinan tangan adalah eceng gondok, sabut kelapa, pelepah pisang, kulit jagung, dan lain-lain.
Eceng gondok, misalnya, merupakan tanaman yang sering dianggap sebagai tanaman pengganggu. Jumlahnya banyak dan biasanya dibiarkan begitu saja.
Namun bagi orang-orang kreatif, terutama yang berdomisili di Kulon Progo, tanaman ini bisa menjadi ladang penghasilan. Mereka dapat menghasilkan tas, taplak meja, sandal, dan bahkan topi yang cantik dari serat eceng gondok.
Untuk menggunakan eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan tangan, Anda harus menjemurnya hingga kering terlebih dahulu. Kemudian, Anda dapat menganyam seratnya untuk membentuk kerajinan tangan yang diinginkan.
Nah, sekarang Anda telah mengetahui macam macam kerajinan bahan lunak mulai dari bahan lunak organic hingga buatan. Saatnya menggeluti dunia wirausaha dengan memanfaatkan limbah lunak dan sedikit kreativitas.

KLIK DISINI UNTUK MENGERJAKAN TUGAS






https://hamparan.net/kerajinan-bahan-lunak/

Minggu, 19 Juli 2020

ETIKA BERKOMUNIKASI DENGAN MEDIA SOSIAL

 ETIKA BERKOMUNIKASI DENGAN MEDIA SOSIAL
UNTUK MELIHAT VIDEO PEMBELAJARAN KLIK DISINI
Media sosial adalah salah satu bentuk komunikasi digital saat ini. Memang ada ciri-ciri media sosial yang khas yang bisa kita ketahui. Melalui media sosial, banyak orang bisa terhubung dengan mudah. Penyebaran informasi pun relatif lebih cepat dengan adanya media sosial. Ini adalah termasuk jenis metode komunikasi daring. Berikut ini adalah beberapa macam etika yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi di media sosial:
  1. Selalu perhatikan penggunaan kalimat
Penggunaan kalimat merupakan bagian yang penting saat berkomunikasi menggunakan media sosial. Kalimat-kalimat dengan susunan yang tepat, disertai tanda baca yang tepat juga merupakan salah satu bagian yang penting supaya etika komunikasi bisa dijaga dengan baik. Hindari menggunakan kalimat-kalimat yang tidak utuh. Kalimat yang tidak utuh bisa memicu timbulnya ambiguitas sehingga bisa menjadi sumber dari kesalahpahaman.
  1. Berhati-hati saat menggunakan huruf
Menggunakan huruf dengan benar juga menjadi bagian dari etika komunikasi di media sosial. Mudahnya, selalu gunakan huruf yang wajar. Menulis sesuatu di media sosial dengan menggunakan huruf kapital semua bisa memberikan kesan marah, kecewa dan menantang.
Sebaliknya, menggunakan huruf yang cenderung kecil semua akan menandakan seseorang terlalu abai dan tidak serius mengenai informasi yang sedang akan ia bagikan. Oleh karenanya, penggunaan huruf yang sesuai dan wajar bisa menunjang etika yang baik saat berkomunikasi.
  1. Perhatikan pemilihan warna huruf
Warna huruf juga penting untuk diperhatikan. Beberapa media sosial biasanya memberikan fitur ini untuk menambah keragaman dari jenis tulisan yang akan diberikan seseorang. Menggunakan warna huruf merah dengan tulisan yang tebal bisa memiliki kesan menantang dan marah. Persepsi orang yang berbeda-beda ini menjadi alasan mengapa penulisan huruf dengan warna yang standar menjadi penting.
  1. Pemilihan simbol dan ikon yang tepat
Dalam media sosial, banyak sekali simbol dan ikon yang seringkali disertakan dalam sebuah informasi atau tulisan. Ada dikenal simbol emoji atau sticker dan lain sebagainya. Manakala akan menggunakan simbol tersebut, pastikan simbol yang digunakan juga tepat.
Menggunakan simbol wajah cemberut pada tulisan juga akan membangun persepsi orang dengan kuat. Oleh karena itu, berhati-hati dalam menggunakan simbol dan ikon adalah penting. Bila perlu, justru hindari menggunakan simbol atau ikon sehingga tulisan dan informasi yang kita buat lebih bersifat netral.
  1. Menggunakan bahasa yang sesuai
Bahasa yang sesuai di sini adalah menunjukkan bagaimana tata krama kita saat berkomunikasi dengan orang lain. Perhatikan dengan siapa kita berbicara. Jangan sampai keluar bahasa-bahasa yang kurang sopan pada orang tertentu sehingga etika dalam komunikasi ini menjadi hilang. Pastikan ini juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat menggunakan media sosial. Ada efek media sosial yang bisa saja tergantung dari hal ini.
  1. Memberikan respon dengan segera
Saat dihubungi melalui media sosial, pastikan kita juga memberikan respon dengan segera. Menunda-nunda untuk memberikan respon atau bahkan mengabaikannya akan memberikan kesan yang jelek. Apalagi sekarang ini banyak sekali media sosial yang juga sudah melengkapi fitur pemberitahuan bahwa pesan yang disampaikan sudah dibaca oleh penerima pesan.
  1. Memberikan informasi yang memiliki referensi jelas
Ini adalah poin paling penting dari hampir semua poin yang membahas mengenai etika dalam menggunakan komunikasi media sosial. Informasi yang disebarkan tanpa referensi yang jelas akan menimbulkan efek berantai terhadap setiap orang.
Hal ini bisa mengundang kesimpang-siuran berita yang tentu saja sangat tidak diharapkan. Istilah yang mungkin kita kenal saat ini adalah berita hoax. Bahkan, hal ini bisa diperkarakan pula di hukum bila penyebaran informasi palsu tersebut memang disengaja. Ada pengaruh media sosial yang bisa berfungsi secara cepat dalam hal penyebaran info.
  1. Tidak memancing pertentangan
Terakhir, hindari melakukan komunikasi yang memancing pertentangan melalui media sosial. Mengingat persepsi orang yang berbeda terhadap paparan informasi, maka kita juga harus memperhatikan hal ini supaya terhindar dampak negatif dari media sosial.
Itulah beberapa macam etika yang perlu kita perhatikan. Jangan sampai media sosial yang fungsinya membantu setiap orang untuk saling terhubung justru memicu permasalahan akibat etika yang tidak diperhatikan. Dengan menggunakan komunikasi yang tepat, maka kita bisa memanfaatkan media sosial dengan lebih baik. Masih ada banyak lagi sebenarnya etika yang perlu diperhatikan, namun setidaknya beberapa poin tadi bisa menjadi etika komunikasi di media sosial yang paling dasar yang bisa mulai kita terapkan.
Penting juga dalam berkomunikasi dengan memperhatikan dengan siapa kita berkomunikasi, dengan teman, orang yang lebih tua atau dengan guru, sopan santun dan pemilihan kata mestinya berbeda juga.
UNTUK MENGERJAKAN TUGAS KLIK DISINI